Postingan

Menampilkan postingan dengan label Material Teknik

PENAHANAN SUHU ( HOLDING TIME )

Gambar
Holding time dilakukan untuk mendapatkan kekerasan maksimum dari suatu bahan pada proses quenching dengan menahan pada temperatur pengerasan untuk memperoleh pemanasan yang homogen sehingga struktur austenitnya homogen atau terjadi kelarutan karbida kedalam austenit dan difusi karbon serta unsur paduannya. Pedoman untuk menentukan holding time dari berbagai jenis baja : ·          Baja Konstruksi Dari Baja Karbon Dan Baja Paduan Rendah yang mengandung karbida yang mudah larut, diperlukan holding time yang singkat, 5 – 15 menit setelah mencapai temperatur pemanasannya dianggap sudah memadai. ·          Baja Konstruksi Dari Baja Paduan Menengah dianjurkan menggunakan holding time 15 – 25 menit, tidak tergantung ukuran benda kerja. ·          Low Alloy Tool Steel memerlukan holding time yang tepat agar kekerasan yang diinginkan dapat tercapai. Dia...

Sifat Fisik Baja AISI 1045

Baja AISI 1045 adalah baja karbon yang mempunyai kandungan karbon sekitar 0,43 - 0,50 dan termasuk golongan baja karbon menengah.  Baja spesifikasi ini banyak digunakan sebagai komponen otomotif misalnya untuk komponen roda gigi pada kendaraan bermotor. Tabel Komposisi Kandungan Baja AISI 1045 Kode C% Si % Mn % Mo % P % S% AISI 1045 0.4 – 0.45 0.1– 0.3 0.60- 0.90 0.025 0.04 Max 0.05 Max Baja AISI 1045 disebut sebagai baja karbon karena sesuai dengan pengkodean internasional, yaitu seri 10xx berdasarkan nomenklatur yang dikeluarkan oleh AISI dan SAE (Society of Automotive   Engineers). Jadi baja AISI 1045 berarti baja karbon atau plain carbon steel yang mempunyai komposisi karbon sebesar 0,45%.

Pendinginan dan Media Pendingin Untuk Perlakuan Panas (Heat Treatment)

Gambar
Seperti pemanasan, pendinginan juga bekerja tidak merata pada keseluruhan penampang benda kerja (dari luar kedalam).  Untuk proses quenching kita melakukan pendinginan secara cepat dengan menggunakan media oli. Tujuannya adalah untuk mendapatkan struktur martensit, semakin banyak unsur karbon maka struktur martensit yang terbentuk juga akan semakin banyak. Karena martensit terbentuk dari fase austenite yang didinginkan secara cepat. Hal ini disebabkan karena atom karbon tidak sempat berdifusi keluar dan terjebak dalam struktur kristal dan membentuk struktur tetragonal yang ruang kosong antar atomnya kecil sehingga kekerasannya meningkat. Untuk mendinginkan bahan dikenal berbagai macam bahan, dimana untuk memperoleh pendinginan yang merata, maka bahan pendingin tersebut hampir semuanya disirkulasi, contohnya yaitu : Air Air memiliki massa jenis yang besar daripada air garam, kekentalannya rendah sama dengan air garam. Laju pendinginan air lebih lambat dari pada...

Pengertian Perlakuan Panas ( Heat Treatment )

Gambar
Perlakuan panas adalah suatu proses pemanasan dan pendinginan logam dalam keadaan padat untuk mengubah sifat-sifat fisik logam tersebut.  Baja dapat dikeraskan sehingga tahan aus dan kemampuan memotong meningkat, atau baja dapat dilunakan untuk dapat memudahkan pemesinan lebih lanjut.  Melalui perlakuan panas yang tepat, tegangan dalam dapat dihilangkan, besar butir diperbesar atau diperkecil, ketangguhan ditingkatkan atau dapat dihasilkan suatu permukaan yang keras disekeliling inti yang ulet.   Maksud perlakuan panas tersebut secara garis besar menyangkut : Meningkatkan kekerasan dan keuletan Menghilangkan tegangan dalam Melunakan baja Menormalkan keadaan baja biasa dari akibat pengaruh-pengaruh pengerjaan dan perlakuan panas sebelumnya. Menghaluskan butir-butir kristal atau kombinasi dari maksud-maksud tersebut. Proses perlakuan panas ada beberapa macam, yaitu : 1.       Softening (pelunakan) adalah  :     ...

Jenis, Sifat dan Kegunaan Logam Non Ferro

Gambar
Jenis,   Sifat dan Kegunaan Logam Non Ferro Logam non ferro dapat digolongkan ke dalam logam non ferro berat dan logam non ferro ringan . Sifat mekanik logam non ferro pada umumnya kurang baik, akan tetapi dapat diperbaiki dengan memadukannya. Kebanyakan dari logam non ferro adalah tahan korosi karena adanya lapisan oksida yang kuat . Sedangkan beberapa logam non ferro mempunyai daya penghantar listrik dan daya penghantar panas yang baik. (a). Logam berat dan logam ringan Logam dapat diklasifikasikan sebagai logam berat dan logam ringan. Logam berat dengan berat jenis lebih dari 5 kg/dm 3 . Sedangkan logam ringan dengan berat jenis kurang dari 5 kg/dm 3 . Logam berat dan logam ringan menurut keberadaannya terdapat dalam dua bentuk yaitu logam murni dan logam paduan . Logam murni yaitu logam dengan sifat-sifat : 1). Kadar kemurnian 99,9 %. 2). Kekuatan tarik rendah 3). Titik lebur tinggi 4). Daya hantar listrik baik 5). Daya tahan terhadap karat baik. Logam p...

Logam Murni dan Logam Paduan

logam non ferro dapat digolongkan ke dalam logam non ferro berat dan logam non ferro ringan. Sifat mekanik logam non ferro pada umumnya kurang baik, akan tetapi dapat diperbaiki dengan memadukannya. Kebanyakan dari logam non ferro adalah tahan korosi karena adanya lapisan oksida yang kuat . Sedangkan beberapa logam non ferro mempunyai daya penghantar listrik dan daya penghantar panas yang baik. (a). Logam berat dan logam ringan Logam dapat diklasifikasikan sebagai logam berat dan logam ringan. Logam berat dengan berat jenis lebih dari 5 kg/dm 3 . sedangkan logam ringan dengan berat jenis kurang dari 5 kg/dm 3 . logam berat dan logam ringan menurut keberadaannya terdapat dalam dua bentuk yaitu logam murni dan logam paduan. Logam murni yaitu logam dengan sifat-sifat : 1). Kadar kemurnian 99,9 %. 2). Kekuatan tarik rendah 3). Titik lebur tinggi 4). Daya hantar listrik baik 5). Daya tahan terhadap karat baik. Logam paduan yaitu logam campuran dari dua macam logam a...